• 3 cara mengetahui bahwa saatnya melakukan upgrade otomasi

Default Alternative Text

Gambar 1 (36114): Walaupun sistem otomasi berumur 20 tahun terlihat bekerja dengan baik, melakukan upgrade lebih cepat dapat mencegah downtime yang tidak terencana. Selain itu, data yang lebih lengkap dapat meningkatkan efisiensi di seluruh bagian operasional perusahaan.Melakukan update sistem kontrol pada aplikasi apapun adalah tugas melelahkan. Biaya rekayasa, downtime atau penghentian yang dibutuhkan untuk mengganti perangkat keras, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengatur dan merakit sistem - semuanya begitu besar. Namun ada masanya ketika keuntungan yang berasal dari kemampuan modern yang dikembangkan beberapa tahun belakang dapat dengan cepat menggantikan biaya awal yang dikeluarkan untuk upgrade, khususnya dengan lompatan teknologi yang berasal dari jaringan. Konsep seperti perawatan preventif pintar, memaksimalkan teknologi IT, dan dunia yang bergantung dengan data hadir untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi "kasus panik" saat situasi secara cepat berubah di luar kendali tanpa seseorang hadir memegang kendali.

Beberapa orang berpendapat bahwa teknologi ini akan membuat operator tidak lagi dibutuhkan dalam sistem, namun justru kebalikannya: Operator kini lebih terinformasi dan lebih terlibat dari sebelumnya. Bila jaringan kontrol tidak mengambil keuntungan terhadap konsep ini, maka bersiaplah kehilangan keuntungan yang sangat kompetitif yang akan diberikan oleh sistem otomasi.

1. Perawatan preventif pintar

Salah satu tujuan terbesar dari perawatan preventif adalah untuk mengurangi jumlah "kasus panik" - yaitu menghindari saat di mana sebuah bagian tiba-tiba tidak berfungsi walau sebelumnya tidak memberikan indikasi kerusakan - sehingga terjadi downtime yang tidak terencana. Peristiwa semacam ini tidak hanya memberikan tekanan besar pada teknisi dan staf pemeliharaan, namun juga bisa merugikan perusahaan lebih besar daripada penghentian produksi terencana. Bagian yang rusak harus diganti dan suku cadang harus didapatkan. Terkadang bagian lain juga terkena pengaruh, sebagaimana bila terjadi lonjakan arus yang diteruskan ke bagian tertentu dari sistem kontrol. Bagian lain ini juga harus diganti dan terkadang harus diprogram kembali. Sementara itu, bagian lain dari mesin atau pabrik yang terhubung akan berhenti beroperasi atau beroperasi dalam tingkatan efisiensi yang kurang ideal. Perawatan preventif pintar akan memberdayakan sistem untuk dapat mengirimkan peringatan kepada operator dan teknisi ketika ada bagian yang bekerja di luar kemampuannya, atau terkadang bekerja tidak seperti biasanya.

Sebagai contoh, motor yang beroperasi pada lini produksi. Seringkali menarik sekitar 5 amp saat berproses. Menggunakan perangkat pengelolaan motor modern, Programmable Logic Controller (PLC) yang mengendalikan sistem pencatatan beban rata-rata dalam proses ini. Membutuhkan logika sederhana untuk memrogram controller untuk mengenali bahwa setelah periode waktu tertentu, beban rata-rata telah meningkat di luar tingkatan wajar dan terus meningkat. Pada kasus ini, PLC dapat mengambil langkah untuk memberi peringatan operator untuk memeriksa motor. Bila masalah ditemukan, siklus perawatan dapat dijadwalkan untuk mengurus masalah ini. Tanpa kesadaran peningkatan beban, setelah beberapa waktu motor dapat terbakar karena satu dan lain hal. Kemudian motor baru akan dipesan, perawatan dijadwalkan dan motor operasional akan dimonitor lebih dekat untuk melihat apakah ada indikasi kerusakan lainnya. Apa yang seharusnya menjadi downtime "panik" tak terencana kemudian menjadi siklus perawatan rutin.

2. Memanfaatkan teknologi IT

Gambar 2 (35501): Sebuah tim yang menggunakan otomasi dan sumber daya IT dapat membuat perbedaan besar saat melakukan instalasi atau upgrade, menyiapkan sistem Anda terhadap masa depan. Sumber: Phoenix Contact Amerika Serikat

Ketika industri memilih menggunakan infrastruktur Ethernet, pertanyaan akan muncul mengenai apa yang akan dikerjakan oleh tim IT di pabrik? Beberapa akan menganjurkan pembagian penuh antara tim IT dan otomasi. Cara lain adalah, ada yang membuat tim yang terdiri atas profesional IT dan otomasi, di mana sinergi yang dihasilkan dari dua profesi tersebut menghasilkan pabrik yang lebih sehat dan efisien. Sebagai tambahan, profesional bidang IT akan belajar kebutuhan unik dari otomasi industri, sementara profesional bidang otomasi akan belajar mengenai jaringan dan bagaimana memaksimalkan teknologi handal dan terbuka yang sudah ada, seperti SNMP, untuk meningkatkan uptime dan transparansi jaringan mereka.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, satu implementasi dari sinergi yang diciptakan ketika tim IT dan otomasi bekerjasama adalah memaksimalkan Simple Network Maintenance Protocol (SNMP). SNMP awalnya dirancang untuk lingkungan kerja korporasi, namun karena arsitekturnya, SNMP juga beradaptasi dengan baik pada aplikasi industri dan kontrol. Sebagai contoh, pernah ingin memonitor penggunaan jaringan secara real-time saat melakukan proses tertentu? Switch dan controller berkemampuan SNMP dapat memonitor statistik ini sebagai bagian dri kodenya tanpa mengorbankan fungsi real-time dari controller. Implementasi lain mungkin diterapkan pada situasi ketika komponen jaringan harus diganti. Pengguna mungkin akan berinteraksi dengan HMI, dan HMI dapat memanggil controller untuk membuat panggilan SNMP agar dapat mengetahui post mana tepatnya yang terhubung dengan komponen jaringan spesifik tersebut, sehingga mengurangi waktu downtime yang dibutuhkan untuk mengganti komponen jaringan yang bermasalah.

3. Dunia yang bergantung dengan data

Di dunia yang bergantung dengan data seperti saat ini, baik sistem pabrik maupun sistem otomasi, membutuhkan dan mensuplai lebih banyak bit dan byte dari sebelumnya. Penggunaan database untuk mengikat seluruh proses operasi hingga supply chain ke sistem point-of-sales (POS) sudah begitu umum dilakukan. Karenanya masuk akal saat otomasi selayaknya menjadi bagian dari sistem. Antara menghubungkan dan melakukan otomasi dari transfer data yang begitu besar, seperti gudang, lokasi suplai dan offloading dari logistik - menciptakan peluang baru seperti memungkinkan visibilitas yang lebih tinggi ke dalam proses manufaktur, membuka penyumbatan perlambatan proses, dan menentukan peralatan apa yang membutuhkan upgrade, semua menjadi mungkin dengan sistem kontrol data besar.

Contoh baik dari pergerakan data yang mulus ini adalah pabrik di mana sistem kontrol dari lini produksi berkomunikasi dengan sistem gudang, sehingga suplai dari lini produksi disimpan di gudang yang sama dengan produk jadi. Bagian produksi mengirimkan perintah pengambilan ke unit gudang. Saat materi dikirim, produk jadi diambil oleh gudang. Suplai dilacak secara real-time, kegagalan produksi dapat tercatat, dan batch produksi tertentu dapat dipisahkan untuk uji kualitas. Produk jadi yang diberi nomor seri dapat diidentifikasi hingga batch tiap komponen dan disimpan di database untuk tujuan kualitas. Logistik dapat melacak penggunaan harian dari komponen yang berbeda-beda, sehingga tidak perlu menyimpan stok besar untuk setiap komponennya.

4. Berjalan baik belum tentu berarti baik

Gambar 3: PLC yang lebih baru,seperti ILC 131 dari Phoenix Contact, memiliki fungsi konektivitas IT yang modern seperti SNMP dan komunikasi database SQL, juga kontrol real-time berstandar IEC 61131. Sumber Phoenix Contact Amerika Serikat

Ketika sistem otomasi berumur 20 tahun terlihat berjalan dengan baik, patut diingat bahwa otomasi bermaksud memotong biaya operasional, mengurangi gangguan kehandalan dan mempercepat proses produksi atau melakukan tugas generik. Dalam beberapa kasus, sistem berusia 20 tahun tak lagi memiliki suku cadang atau bila ada menjadi langka dan mahal. Hal ini mengorbarkan kehandalan dan biaya. Menemukan pengguna sistem kontrol yang terlatih mungkin menjadi lebih sulit, dan kini sudah tersedia sistem yang lebih cepat dan efisien untuk melakukan tugas yang dikerjakan oleh sistem berusia 20 tahun. Bebagai keunggulan dari sistem otomasi tersebut sudah hilang.

Sudah tiba saatnya melakukan upgrade. Kini adalah kesempatan untuk memanfaatkan teknologi baru untuk mengikat sistem otomasi dengan lebih konkrit ke dalam sistem perusahaan lainnya.

- Dan Fenton adalah spesialis pemasaran produk, kontrol dan software, teknologi sistem kontrol, Phoenix Contact Amerika Serikat. Disunting oleh Mark T. Hoske, manajer konten, CFE Media,Control EngineeringdanPlant Engineering

ONLINE

www.phoenixcontact.com

Pada www.controleng.com/archive September, lihat anjuran yang lebih lengkap dan lebih banyak gambar.

Pada www.controleng.com, lakukan pencarian upgrade untuk perangkat lainnya.

CTLx_LOGO_Color_ID

Didukung oleh ContentStream®