• 4 kunci dalam supply chain yang sukses

Workers managing the conveyor belt in a packaging facility, industrial automation, machine control, original equipment manufacturer.

Pada 2013 Association for Manufacturing Excellence Conference di Toronto, Oktober, Michael Rackley, kepala solusi supply chain untuk Ryder Systems, berbicara mengenai meningkatnya permintaan produsen dan pelanggan terhadap supply chain. Rackley mengidentifikasi sembilan tren utama yang mempengaruhi supply chain saat ini:

1. Semakin pendeknya lead time ("Kecepatan lebih berharga daripada uang saat ini," ujarnya.)
2. Dampak akses informasi online dan mobile
3. Akselerasi media sosial
4. Semakin tingginya kerentanan terhadap bencana alam
5. Gejolak politik dan mata uang
6. Siklus hidup produk yang lebih pendek (Ia mencatat bahwa Apple telah memiliki tujuh model iPhone baru sejak tahun 2007.)
7. Pengiriman lebih cepat
8. Kompetitor lebih banyak, lebih murah
9. Pemangku kepentingan yang menuntut

"Kita harus bekerja lebih efisien daripada sebelumnya. Apa hubungannya terhadap supply chain? Lead time 12-14 minggu kami menjadi semakin singkat," ujar Rackley. "Kecepatan yang mengendalikan supply chain. Pelanggan yang menentukan secepat apa kami harus bergerak."

Menurut Rackley, kunci mencapai hal ini adalah dengan kolaborasi. "Kita harus membuat jaringan baru, jaringan multi-tier dari orang yang bekerja bersama-sama, bukan individu menciptakan rencana untuk rantai pasokan," katanya.

Menurut Rackley, supply chain yang dikendalikan permintaan, "harus berada di sekeliling pelanggan dan konsumen. Kita harus mendengar pelanggan. Kita kini harus mengelola supply untuk menarik pelanggan."

Selai itu, ia mencatat, perubahan hubungan antara penjualan dan produksi. "Produksi, distribusi dan penjualan harus bekerja bersama-sama," ujarnya. "Semua harus memiliki pandangan yang sama untuk permintaan konsumen aktual. Mereka perlu tahu, apakah konsumen benar-benar membelinya?

Dinamika dari sistem ini berubah dari proses linear ke sistem "wheel-and-spoke" "Dalam jaringan multi-tier, konsumen sebenarnya berada di tengah, dengan pabrik-pabrik, OEM, distributor, produsen Tier 1 dan Tier 2 di sekitar mereka," katanya. "Visibilitas adalah kunci. Bagian yang paling sulit adalah membangun jaringan, tetapi Anda harus membangun jaringan multi-tier terlebih dahulu, dan kemudian mendapatkan visibilitas itu." Rackley mengatakan, ketika sistem yang telah berlangsung, perusahaan telah melihat peningkatan penjualan, pengurangan 5% sampai 10% dari beban operasional, dan antara 20% dan 30% untuk pengurangan biaya persediaan.

Ia mengutip empat bahan utama dalam sistem yang sukses:

Desain produk/kemasan

Rackley mencontohkan dua grill yang berbeda untuk kendaraan depan - satu dengan logo V6 dan satu tanpa. Dengan membuat logo sebagai klip-on bukan bentuk molding, mereka mampu menghasilkan satu grill dan mengurangi inventori.

Jaringan

Andaperlumelihatareadenganbiayaterbaikvsareabiayaterendahujarnya Dengan melokalisir barang jadi dan suku cadang, waktu pengiriman dapat dikurangi, sehingga dapat mengimbangi perbedaan harga dari pemasok biaya yang lebih rendah dengan biaya transportasi yang lebih tinggi atau lead time pengiriman yang lebih panjang.

Visibilitas dan kolaborasi

Reckly memperhatikan produsen yang memeriksa ulang sistem logistik untuk suplai inbound. Produsen tersebut menciptakan pusat aliran material diletakkan strategis untuk mendukung pabrik perakitan, dengan pusat aliran material mengurut suku cadang ke setiap jalur perakitan. "Penting mendapatkan suku cadang di tempat yang tepat, saat yang tepat," ujar Rackley. "Pengurutan menjadi sangat penting. Hal ini memberikan visibilitas ke semua materi inbound."

Eksekusi ramping

Yang mencakup tidak hanya bekerja secara internal, tetapi dengan semua bagian dari basis pemasok. "Anda harus membawanya keluar dari empat dinding (dari pabrik) dan memindahkannya ke seluruh rantai pasokan," kata Rackley.

PLEx_Logo_Color_TM

Didukung oleh ContentStream®