• 7 kunci kesuksesan otomasi

Default Alternative Text

Selamat atas keputusan Anda untuk melakukan otomasi. Anda ingin membangun dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih aman. Namun dengan begitu banyak potensi solusi otomasi yang tersediam dapat menjadi Setelah Anda melakukan justifikasi atas kebutuhan otomasi, kelayakan dan pengembalian kembali untuk bisnis Anda, Anda akan   dihadapi dengan pertanyaan sulit berikut: Bagaimana Anda memastikan kesuksesam jalan menuju otomasi Anda?

7 kunci kesuksesan otomasi mengikuti.

1 Komunikasi antar manusia

Komunikasi antara pemangku kepentingan adalah hal terpenting. Ketika menciptakan persyaratan sistem untuk solusi otomasi, berbagai tim yang terlibat harus saling bekerja sama. Komunikasi yang terbuka dan jelas, tentunya terlihat seperti kunci kesuksesan, namun sering kali tim tidak berkumpul bersama hingga proses akhir otomasi.

Setiap pemangku kepentingan memiliki sasaran yang berbeda-beda dalam pikirannya. Tim kualitas menyasar "zero defect". tim produksi ingin peningkatan output, IT ingin solusi yang dapat dipelihara dan berkelanjutan. Sebelum Anda menyadarinya, di ujung jalur, operator memiliki aplikasi error-proofing, aplikasi pengiriman dan aplikasi inventori, semua berjalan di komputer yang sama, dan tidak berkomunikasi satu sama lain. Operator akhirnya secara manual harus melakukan transfer data antara tiga sistem, dan menjadi lebih tidak efisien daripada sebelum diterapkannya otomasi.

Dengan bekerja bersama semua tim dari awal, Anda akan memiliki posisi yang lebih baik untuk memastikan solusi memenuhi perspektif semua pihak, dan juga menjawab sebanyak mungkin persyaratan. System integrator seringkali dapat bertindak sebagai mediator untuk membantu menghilangkan politik dari memenuhi semua sasaran pemangku kepentingan dan mendampingi dalam memenuhi solusi dari sasaran yang seringkali terlihat begitu kontras satu sama lain agar dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Ketika berusaha berkolaborasi dengan tim, salah satu permasalahan komunikasi terbesar yang kita lihat, sebagai integrator, adalah jadwal. Begitu sulit untuk mencari waktu bagi semua anggota tim di saat yang sama dan tempat yang sama. Pertimbangkan melakukan rapat off-site dengan semua pemangku kepentingan, di luar dari fasilitas produksi untuk memulai proyek. Dengan menjauhkan personil dari kerumitan harian mereka, akan memudahkan tim untuk fokus dengan masalah yang akan dituntaskan. Biasanya, tidak ada yang bisa melakukannya lebih dari satu atau dua hari, namun kerangka waktu yang ketat untuk mengembangkan persyaratan akan membuat semua orang terfokus.

2 Komunikasi sistem

Anda mungkin sudah memiliki proses otomasi, namun proses ini seringkali dikembangkan secara independen satu sama lain dan mungkin tidak saling berkomunikasi. Segregasi sistem akan menimbulkan segregasi data. Segregasi data menimbulkan inefisiensi dan rekonsiliasi manual, yang dapat menyebabkan hilangnya data, atau yang lebih buruk, korupsi data. Untuk menghindari ini, Anda sebaiknya menyimpan data sebanyak mungkin secara normal dan pada lokasi terpusat.

Untuk mencapai hal ini, integrasi dan otomasi harus saling berdampingan. Membuat dua sistem otomasi untuk berkomunikasi sepenting atau bahkan lebih penting daripada melakukan otomasi proses tunggal. Sistem "black box" menyediakan nilai yang tak seberapa bila berkomunikasi dengan sistem lain.

3. Proses terstandardisasi

Sebelum menjawab potensi otomasi dari proses manufaktur, sebelumnya Anda harus melakukan standarisasi proses. Standarisasi proses memungkinkan pengurangan variasi dan pengurangan pelatihan operator, dan membantu dalam analisis akar masalah.

Tanpa standarisasi proses manufaktur, akan menjadi sulit untuk mengidentifikasi bagaimana otomasi dapat diterapkan. Bila Anda memiliki proses "longgar", proyek otomasi adalah peluang tepat untuk mengaplikasikan standarisasi. Biasanya ini terjadi secara alamiah sebagai manfaat tambahan yang diasosiasikan dengan otomasi. Biarkan standarisasi proses manufaktur membantu mendiring proses otomasi dan begitu pula sebaliknya.

4. Kerangka kerja terstandarisasi (namun fleksibel)

Ketika Anda mengembangkan standar untuk kerangka kerja, fokus terhadap data yang terpenting. Tekankan agar tim dapat menjaga bagian data penting sebagai data dasar untuk dibangun perusahaan. Dengan mengembangkan antarmuka/interface standar untuk sistem, Anda dapat menciptakan model kerangka kerja untuk fasilitas lain. Hindari membuat kerangka kerja terlalu kaku, sehingga bisa tetap fleksibel untuk diaplikasikan lintas operasi.

Dengan kerangka kerja standar, tim Anda tidak harus menemukan jalan buntu dalam menentukan cara mengimplementasi solusi. Mereka malah menjadi terfokus dengan mengembangkan solusi yang akan memdorong inovasi produk. Kerangka kerja terstandarisasi mendorong kolaborasi sehingga grip bekerjasama, berbagi informasi dan diposisikan untuk sukses.

5 Data terstandarisasi

Data adalah raja dalam lingkungan manufaktur saat ini. Karena itu, Anda ingin menghindari sistem eksklusif dan tertutup sebanyak mungkin. Fokus dalam mendapatkan, menyimpan dan berbagi data Anda. Kemungkinan besar Anda sudah memiliki sistem eksklusif (propriety) untuk memecahkan masalah manufaktur, dan meminimalisir transfer manual informasi anatara sistem adalah krusial. Melakukan otomasi transfer penting antara sistem memungkinkan karyawan untuk fokus terhadap pekerjaan bukan masalah sehari-hari.

6 Pertama-tama, pilih strategi integrasi Anda, bukan solusi Anda.

Mengidentifikasi data yang Anda harapkan dapat disediakan oleh solusi otomasi sebelum Anda memilih solusi dapat membantu meminimalisir efisiensi. Terlalu sering, klien memutuskan solusi sebelum mereka menentukan data apa yang dibutuhkan. Hal ini dapat memiliki dua potensi kerugian. Antara solusi harus dengan cepat dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan, atau solusi tidak bisa diubah dan beberapa persyaraya

Semakin banyak pengetahuan industri yan Anda dapatkan mengenai solusi apa yang tersedia akan semakin baik. Di sinilah peranan system integrator sejati. System integrator harus dapat mencocokan solusi ke sasaran yang spesifik. Apakah itu solusi software yang dikustomisasi ata paket software standar, Anda ingin proses bisnis yang mendikte solusi software yang digunakan, bukan sebaliknya. Ingat pula, apapun solusi yang dipilih, solusi harus solid dan dapat diekspansi agar bisa dibangun oleh tim Anda.

7. Komitmen terhadap layanan

Pertimbangkan siapa pemilik akhirnya. Siapapun yang akan mendukung solusi otomasi, infrastruktur dan software harus memiliki "buy-in" sejak awal bahwa solusi dapat mudah dipelihara dan tersedia dukungan dari sisi teknologi.

Selama lebih dari 10 tahun, telah terjadi transisi dari tim manufaktur ke tim IT yang yang mengelola solusi software. Walaupun tim manufaktur yang mengembangkan sistem otomasi, lebih menjadi tanggung jawab tim IT untuk memelihara sistemnya. Karena IT menjadi pemain kunci pada proses, penting melibatkan mereka dari awal dan sering. Dengan melibatkan IT di awal proses, Anda dapat membantu memastikan transisi mulus dari konsepsi ke produksi.

Proyek otomasi terlihat berat, khususnya bila Anda dihadapkan dengan sistem legacy, tim yang terisoloasi satu sama lain, kerangka kerja minim, dan proses yang bervariasi. Namun bila dilakukan dengan benar, otomasi dapat menyediakan semua manfaat untuk membangun dengan lebih cepat, baik dan aman. Dengan beberapa perencanaan, standarisasi dan komunikasi, dan mungkin sedikit bantuan dari integrator, proyek otomasi harus mengarah ke kesuksesan.

- Chris Mikola adalah manaje proyek di Leidos, sebelumnya adalah bagian SAIC. Saat ini ia mengarahkan kelompok programming software dalam divisi sistem dari Leidos Engineering. Kelompok programming dikhususkan untuk sistem informasi berkualitas, sistem informasi produksi real-time, dan pengembangan software yang dikustomisasi. Disunting oleh Mark T. Hoske, content manager.

Konsep kunci

Keahlian manajemen proyek digunakan untuk proyek otomasi yang sukses, termasuk:

  • Komunikasi sistem dan manusia yang efektif
  • Data, kerangka kerja dan proses terstandarisasi
  • Pilih strategi integrasi sebelum memilih solusi.

CTLx_LOGO_Color_ID

Didukung oleh ContentStream®