• Akhirnya! Teknologi pembersih baru yang dapat meningkatkan efisiensi pabrik

Worker inspecting goats milk in dairy, food and beverage, machine control.

Untuk produsen makanan dan minuman, memastikan bahwa peralatan pabrik beroperasi dalam kondisi bersih adalah yang terpenting - karena orang mengkonsumsi produk akhir. Selain masalah keamanan pangan, produsen harus mengelola downtime produksi, biaya dan keuntungan, dan efisiensi energi.

Tapi walaupun waktu, uang dan keahlian dicurahkan untuk menjaga peralatan pabrik tetap bersih, produsen mungkin masih meragukan kinerja sistem “clean-in-place” (CIP) mereka. Namun inovasi baru dalam teknologi CIP, memungkinkan mereka untuk memenuhi standar keamanan sementara memotong biaya dengan cara yang ramah lingkungan.

Apakah proses “clean-in-place”?
Di jantung produksi pabrik makanan atau minuman, proses “clean-in-place” adalah sistem yang kompleks terdiri atas pompa, katup, instrumentasi, filter dan pipa yang memungkinkan proses pembersihan peralatan secara teratur tanpa pembongkaran. Proses ini menggunakan sejumlah besar air, bahan kimia dan energi.

Hasil operasional dari sistem CIP sulit untuk diverifikasi, dan kontaminasi mungkin terjadi pada setiap titik di sepanjang jalan. Penggunaan energi bervariasi tergantung pada produk yang terlibat - misalnya, dapat mencapai 13% di pabrik susu. Pabrik mungkin menghabiskan sebanyak 20% setiap hari untuk membersihkan peralatan.

Risiko sistem CIP yang tidak efisien
Mengingat kompleksitas dari sistem CIP, risiko kegagalan peralatan menjadi tinggi, yang kemudian berdampak pada kekhawatiran atas: keamanan makanan dan minuman. Kesalahan yang diakibatkan dari pembersihan yang tidak benar dapat menempatkan pabrik berisiko dalam menyebabkan bencana keamanan pangan serta menimbulkan pelanggaran mahal dari regulasi keselamatan industri.

Di samping keamanan, sistem CIP yang tidak efisien dapat menyebabkan downtime dan mempengaruhi profitabilitas. Ketika alat produksi tidak bersih, pabrik juga akan membuang bahan baku. Untuk memperbesar kerugian itu, proses CIP intensif menggunakan energi, sehingga meningkatkan biaya operasional. Selanjutnya, sistem CIP perlu beradaptasi, sementara produsen harus mengubah dan meningkatkan resep untuk tetap kompetitif.

Bagaimana meningkatkan proses CIP
Produsen telah menggunakan proses CIP sejak 1950-an dan sering melakukan perbaikan proses melalui pendekatan trial-and-error. Perubahan mungkin termasuk memodifikasi bahan kimia, waktu pembersihan atau suhu air; konfigurasi ulang pengaturan; atau mengganti atau peralatan idling secara proaktif.

Tapi cara yang lebih baik adalah dengan mengambil pendekatan holistik yang menggabungkan software otomasi CIP untuk menemukan kombinasi optimal dari air, bahan kimia dan waktu. Pendekatan ini menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan menurunkan konsumsi air dan energi, sementara masih memenuhi standar keselamatan. Penurunan 20% dalam waktu pembersihan, misalnya, akan memberikan sekitar satu jam tambahan waktu produksi setiap hari Ketika masalah muncul, sistem CIP muktahir secara otomatis dapat mengkonversi waktu pemecahan masalah dari yang sebelumnya memerlukan diagnosa berjam-jam menjadi hitungan menit.

Tiga pilar kunci dari proses CIP yang sukses

  • Rancangan efektif dan efisien: Beralih ke sistem CIP desentralisasi atau serbaguna yang lebih kecil dapat mengurangi jumlah energi yang diperlukan untuk mengalirkan bahan kimia dan juga menghemat air dan waktu.
  • Efisiensi Energi: Meningkatkan komponen peralatan kuno dan memodifikasi proses yang boros dapat menghemat biaya energi hingga 30%. Sebuah contoh adalah mengganti fixed speed drive dengan speed drive variabel untuk menentukan laju aliran dari proses resep.
  • Optimasi otomasi: Software otomasi meningkatkan kualitas sistem informasi CIP yang tersedia dan memungkinkan untuk mendapat kontrol yang lebih baik dari peralatan melalui alarm, pemberitahuan dan dashboard status. Menemukan akar penyebab berbagai masalah juga memungkinkan, dan sistem software khusus CIP dapat menghasilkan laporan Menemukan akar penyebab masalah apapun juga mungkin, dan sistem perangkat lunak khusus CIP dapat menghasilkan "bukti bersih" laporan yang diperlukan oleh otoritas sanitasi makanan.

Menggabungkan pilar kunci ini akan memiliki dampak positif pada biaya energi dan profitabilitas, serta memberikan ketenangan pikiran lewat proses pembersihan yang dioptimalkan untuk mendukung keamanan makanan dan minuman. 


Grafik kode-warna pada software otomasi clean-in-place menandakan masalah untuk perhatian operator pabrik. 

Panduan GRATIS proses pembersihan yang inovatif dan efisien untuk produsen makanan dan minuman
Pelajari lebih lanjut