• Pendekatan praktik terbaik meningkatkan rancangan fasilitas ilmu kehidupan

Businessman and engineer using computer in factory, facility management software, sustainability consulting.
Tahap proyek dan titik masuk keterlibatan

Otomasi bangunanadalah penting untuk performa, biaya, dan kepatuhan terhadap regulasi dari fasilitas ilmu kehidupan. Namun, kecuali dimasukkan dalam tahap desain awal, menerapkan building management system (BMS) dapat menunda konstruksi dan mengeluarkan biaya yang tidak perlu.

Regulasi keselamatan dan kepatuhan yang ketat mendikte standar untuk ventilasi, suhu, kelembapan, dan kualitas udara di fasilitas ilmu kehidupan. Jika tim desain menunda perencanaan BMS, masalah yang timbul mungkin mahal untuk diperbaiki dan dapat menghambat komisioning dan waktu penyelesaian.

"Dalam industri ilmu kehidupan, waktu lebih cepat ke pasar adalah penting untuk mewujudkan pendapatan yang maksimal," ujar Fran Selvaggio, insinyur aplikasi global, Schneider Electric. "Proses dari penemuan hingga persetujuan dari obat baru atau perangkat, misalnya, sering memakan waktu lebih dari 10 tahun dan membutuhkan jutaan dollar untuk pendanaan."

Dia menjelaskan bahwa proses konstruksi ilmu kehidupan bisa panjang dan kompleks karena menuntut persyaratan lingkungan. Membangun fasilitas berfungsi sesuai spesifikasi, masuk ke dalam anggaran, dan tepat waktu bisa menjadi suatu tantangan.

Untuk membuat proses rancanproses desain fasilitas halus, banyak ahli perencanaan ilmu kehidupan mengacu pada uilding Accelerator Methodology (BAM), pendekatan terbukti di lapangan yang berdasarkan praktik industri terbaik. Pendekatan ini memberikan manfaat seperti:

  • meningkatkan performa dan efisiensi bangunan
  • rentang waktu konstruksi lebih pendek
  • perputaran staf operasi yanh lebih mulus
  • menekan biaya jangka panjang
  • memastikan kepatuhan terhadap regulasi

Keterlibatan rancangan di awal
Praktik modern terbaik adalah untuk memasukkan rancangan BMS di awal proyek. Ketika vendor BMS bergabung dengan tim desain dan perencanaan, otomatisasi bangunan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam menciptakan sebuah bangunan hemat biaya yang hemat energi. Tetapi bahkan jika BAM tidak diperkenalkan hingga tahap konstruksi, unsur pendekatan masih dapat mempercepat proses konstruksi dan penerimaan pemilik.

Tiga metode yang umum digunakan pada tahap desain awal - Design Assist, Early Contractor Involvement, dan Integrated Project Delivery - memberikan cara yang efektif untuk "merancang untuk kebutuhan operator." Dengan dipertimbangkan bagaimana keputusan BMS akan berdampak pada pengguna akhir untuk dapat mempersingkat waktu dari komisioning penyelesaian hingga penerimaan pemilik dan mengurangi jumlah permintaan tahap akhir yang memakan biaya.

table.PNG

Teknik post-desain
Ketika desain selesai dan proyek bergerak ke tahap konstruksi, fokus BAM bergeser ke isu-isu implementasi BMS. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap rincian spesifik tentang HVAC, daya, keamanan, dan IT? Akankah ada kesinambungan pada sistem yang berbeda? Siapa yang akan mengelola transisi dari desain ke konstruksi? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk keberhasilan proyek.

Praktik terbaik di industri
Praktik terbaik berikut sejajar dengan alur kerja dari rancangan, instalasi, dan implementasi BMS untuk proyek fasilitas ilmu kehidupan:

  • Menunjuk ahli teknis utama untuk memimpin dan mengawasi kegiatan BMS seluruh proyek.
  • Menetapkan spesifikasi yang disetujui (seperti tingkat aliran atau ukuran saluran) sebelum melakukan rekayasa perangkat inline.
  • Pastikan bahwa software BMS dan ahli teknik grafis bekerja sama erat dan memastikan persetujuan untuk urutan operasional sebelum coding dimulai.
  • Mengotorisasi manajer proyek BMS penuh waktu untuk bertindak sebagai kontak pelanggan utama. Manajer memastikan kolaborasi antara tim, memonitor perubahan perintah, mengevaluasi staf dan sumber daya, dan mengawasi audit berkelanjutan untuk keamanan dan kualitas.
  • Memastikan bahwa dokumen subkontraktor BMS dan tag semua perangkat ketika menindaklanjuti instalasi dalam rangka untuk mempersiapkan komisioning dan operasi akhir dengan matang.
  • Bekerja dengan kontraktor untuk melakukan evaluasi penuh dari sistem BMS guna memeriksa masalah seperti kabel yang salah atau konfigurasi software.

Apa hasil akhir dari memilih pendekatan BAM untuk merancang dan membangun fasilitas ilmu kehidupan? "Konstruksi lebih cepat, penerimaan pemilik lebih cepat, serta peningkatan performa dan efisiensi," ujar Selvaggio. "Memanfaatkan pendekatan BAM memungkinkan pemangku kepentingan proyek ilmu kehidupan untuk mendapatkan hasil benar pada percobaan pertama."

Pelajari hari ini, bagaimana Schneider Electric dapat membuat bisnis Anda lebih efisien terhadap energi.

Pelajari lebih lanjut