• Skala ekonomi: Memanfaatkan teknologi berbobot untuk meningkatkan jam kerja, mengurangi kesalahan.

Default Alternative Text

Waktu adalah uang; sebuah filosofi yang mendorong industri saat ini untuk mengimplementasikan solusi yang secara proaktif mempromosikan produktivitas dan efisiensi pabrik, karena waktu non-operasional memakan pertumbuhan pendapatan. Dengan menggunakan peralatan dan teknologi yang dapat berkembang dan mengantisipasi kebutuhan operasional, operator bisa meningkatkan produktivitas. Pemanufaktur mencapai presisi yang dibutuhkan dalam operasi pengolahan kering (dry processing), khususnya pencampuran bahan baku di batching dan blending, dengan mengintegrasikan teknologi penimbangan yang cerdas dan modern dengan mesin dan peralatan pabrik.

Sistem neraca elektronik, yang terdiri dari sensor beban dan indikator, dirancang untuk meningkatkan otomatisasi di aplikasi pengolahan kering. Dengan kemampuan integrasi yang canggih, sistem neraca elektronik yang terotomatisasi berinteraksi dengan perangkat pabrik dan berkomunikasi dengan PLC, PC, dan sistem operasi penting lainnya untuk menghasilkan solusi penimbang terotomatisasi. Sistem otomatisasi secara efektif mengurangi ketergantungan pada pemantauan, manipulasi, dan operasi manual; meminimalkan kesalahan manusia.

Mengotomatisasi proses penimbangan memberikan pemanufaktur kendali dan visibilitas yang lebih besar terhadap seluruh usaha manufakturnya, juga memberikan manfaat di luar akurasi pengukuran. Dengan menerapkan teknologi ini ke proses blending dan batching, pengguna bisa mendapatkan kendali mutu yang lebih baik, peningkatan pengelolaan inventaris, dan pengurangan tenaga kerja.

Sensor beban

Sensor beban (weight sensor), atau sel beban (load cell), merupakan struktur baja dengan tolok regangan, atau sensor elektronik, yang ditempatkan di luar permukaan—dua sensor di atas dan dua di bawah. Seperti mayoritas sel beban, struktur ini bekerja sebagai penopang, tidak ditopang di satu sisi dan permanen di sisi lainnya.

Ketika beban diletakkan pada bagian yang tidak ditopang, sensor mendeteksi regangan pada struktur dan memberikan keluaran analog mV/V. Keluaran ini ditafsirkan oleh indikator elektronik, dan indikator bobot menampilkan regangan secara digital sebagai bobot beban tersebut.

Untuk proses kering, sensor beban elektronik ditempatkan di bawah setiap kaki wadah material. Ketika bobot ditempatkan pada wadah, arus listrik pada setiap sensor beban akan berubah, dan arus tersebut dibawa dan dikombinasikan di junction box.

Data yang terkumpul dikirim melalui kabel antarmuka ke indikator neraca, yang mengonversi arus tersebut menjadi tampilan bobot digital. Setelah dipasang pada bin, tangki, atau hopper, sensor beban mengubah wadah tradisional tersebut menjadi solusi neraca in-line yang sangat akurat.

Ketika bahan baku dimasukkan ke dalam wadah, ujung sensor beban yang dilengkapi suspensi akan sedikit membengkok, menyerap gaya beban. Pengukuran gaya tersebut kemudian ditafsirkan sebagai bobot bahan Ketika bahan lainnya ditambahkan, sensor beban membengkok lagi mengikuti bobot bahan baru tersebut.

Ujung load cell yang bersuspensi tersebut akan kembali ke posisi normal saat wadah dikosongkan. Beberapa sensor beban memiliki dua pasang sensor elektronik—dikenal juga sebagai tolook regangan—yang terdapat pada bagian luar struktur sensor beban, sepasang di atas, sepasang di bawah. Pengaturan sensor ini memastikan kompresi regangan yang seragam di seluruh bagian struktur, menghapus efek dari end loading, side loading, dan torsi.

Indikator

Indikator adalah otak dari operasi penimbangan, mengumpulkan dan menyampaikan seluruh data manufaktur untuk meningkatkan akurasi dan menghasilkan optimasi pendapatan. Misalnya, data yang dikumpulkan bisa ditransfer melalui opsi konektivitas indikator, menyampaikan informasi melalui intranet atau Internet sehingga memungkinkan operator untuk memantau dan mengendalikan operasional melalui komputer mana pun.

Indikator juga multitasker, dengan kemampuan memantau beberapa neraca/timbangan sekaligus, serta secara langsung mengendalikan operasi berbasis beban yang terotomatisasi. Untuk memfasilitasi kemampuan menguraikan (decipherability), indikator menggunakan kombinasi teks dan grafik yang menyampaikan status proses dan bobot produk dengan jelas. Ini mengurangi kesalahan baca dan memungkinkan operator untuk mengambil tindakan dengan cepat juga sebuah proses terganggu atau bobot produknya tidak memenuhi regulasi.

Misalnya grafik batang horisontal bisa menampikan bacaan di operasi pemeriksaan bobot, grafik batang vertikal menampilkan jumlah bahan-bahan, dan grafik pie melacak proses rapid fill.

Dalam proses kering, indikator neraca bisa diprogram untuk mengandalikan pengisian dan batching dengan memantau bin atau hopper—mengamati setiap proses sampai wadahnya titik yang ditentukan. Ini terbukti berguna untuk pencampuran bahan-bahan, karena indikatornya bisa diprogram untuk menonaktifkan setiap hopper setelah menempatkan bahan-bahan sesuai takaran—memastikan perpaduan bahan-bahan yang tepat.

Praktik sistem neraca

Untuk pengukuran bahan-bahan dalam proses pencampuan, menggunakan sensor dan indikator neraca secara bersamaan dapat mengotomatisasi prosesnya untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi produk. Sensor neraca ditempatkan di setiap kaki wadah bahan-bahan. Mengombinasikan teknologi sensor dengan indikator yang menyimpan resep komponen memastikan setiap bahan baku ditempatkan tanpa bantuan atau interupsi operator.

Sensor neraca elektronik ditempatkan di bawah setiap kaki bin, tangki, atau hopper, mengubah wadah tradisional tersebut menjadi neraca yang sangat akurat. Manfaat sistem neraca canggih terhadap proses kering. Sumber: Avery Weigh-Tronix (Perbesar menggunakan slideshow di akhir artikel)

Setelah parameter pengukurannya dimasukkan ke dalam indikator—biasanya terdiri dari bobot bahan baku dan pengaturan waktu—sistem neraca elektronik bisa dikonfigurasi untuk mengingat resep, secara otomatis mengukur takaran bahan-bahan yang digunakan. Ketika bahan pertama dimasukkan, indikator memantau sensor neraca untuk mengidentifikasi titik pengaturan pertamanya akurat. Keluaran pertama indikator kemudian digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut ke sistem pengendali peralatan dispensing. Katup bahan pertama ditutup, dan bahan kedua pun dimasukkan.

Tambah lagi sistem neraca otomatis ini bisa mengakomodasi peralihan/switchover produk dengan cepat, mengendalikan beberapa aspek neraca sekaligus sambil menghasilkan produk berkualitas tinggi. Untuk otomatiasi tambahan, indikator bisa dikonfigurasi untuk mencatat penggunaan produk untuk kepentingan inventaris/persediaan—memaksimalkan efisiensi dan mengurangi ketidakakuratan.

Indikator juga dapat memaksimalkan proses pengisian dengan mencegah kesalahan hitung seperti freefall error. Walaupun indikator sudah mengirim sinyal untuk menghentikan alat dispensing, ada bahan baku yang terjebak dalam mode mid-dispense. Ini mengakibatkan kelebihan jumlah bahan baku, kondisi yang dikenal sebagai freefall error.

Namun, indikator neraca yang bekerja secara real time ini bisa mengatasi masalah tersebut. Dengan menghitung berat bersih bahan-bahan baku secara instan, indikator dapat menentukan kecepatan aliran pengisian. Indikator akan mengetahui ketika terjadi freefell error, kemudian menyesuaikan waktu pengisiannya.

Manfaat dari otomatisasi proses batching dan pencampuran (blending)

Menggunakan sistem yang secara otomatis melacak pengeluaran dan penggunaan bahan baku memungkinkan operator untuk meningkatkan pengendalian persediaan, kualitas produk, dan kepuasan pelanggan, sambil terus menghemat biaya tenaga kerja dan produksi. Sistem neraca elektronik yang terotomatisasi menawarkan keandalan, visibilitas proses yang lebih luas, dan kendali yang lebih besar untuk meminimalkan kesalahan manusia—menghemat uang, waktu, dan sumber daya manusia.

Kendali mutu

Proses blending dan batching mengandalkan ketepatan pengukuran, dan produk-produk tersebut memiliki dampang langsung pada kehidupan sehari-hari, misalnya produk farmasi dan makanan. Perubahan menit dalam pengukuran bisa berdampak besar terhadap kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Memanfaatkan indikator dengan fitur pengecekan bobot memungkinkan pemanufaktur untuk melakukan pengendalian mutu secara berkala. Hanya dengan memasukkan batas atas dan batas bawah bobot atau menggunakan mode sampel, indikator bisa dikonfigurasi untuk melakukan deviasi standar atau menghasilkan data statistik X Bar R, memastikan pelanggan menerima nilai yang sesuai dengan investasi mereka.

Pengelolaan persediaan

Menggunakan sistem neraca plus kemampuan komunikasi dan data logging dan menghasilkan udate persediaan produk secara real time. Indikator bisa melacak dan memantau penggunaan produk atau sisanya, menyampaikan informasi tersebut ke komputer kantor, memberitahu ketika persediaannya menipis. Misalnya, indikator bisa diprogram untuk mengukur bobot tangki setiap kali produk dikeluarkan, menghitung berkali-kali sisa produk tersebut. Indikator secara otomatis menghitung penggunaan produk dan menghapus risiko kelangkaan atau kelebihan produk.

Penghematan biaya tenaga kerja

Dengan menyediakan integrasi yang mudah dan efektif untuk peralatan produksi dan komunikasi, operator bisa meminimalkan operasi manual. Ini memungkinkan sistem neraca untuk melakukan banyak hal yang sering kali membutuhkan supervisi operator, meningkatkan akurasi sekaligus mengurangi biaya tenaga kerja.

Kesimpulan

Dengan memanfaatkan teknologi neraca yang inovatif untuk otomatisasi proses batching dan filling, kesalahan dan ketidakakuratan bisa dapat diminimalkan sambil memaksimalkan waktu operasional, mengizinkan operator untuk merealisasikan filosofi "waktu adalah uang" dengan peningkatan produktivitas dan profitabilitas.

Sebagai manajer produk di Avery Weigh-Tronix, Don Halbert memiliki pengalaman 33 tahun dalam solusi dan peralatan neraca. Dia fokus pada pengumpulan data berbasis bobot di berbagai industri, termasuk pergudangan, daur ulang, transportasi, limbah, serta makanan dan minuman.

PLEx_Logo_Color_TM

Didukung oleh ContentStream®