• Delapan instruksi cara kerja elektronik mengubah lantai produksi

Businessman working at computer, energy management software, big data analytics.

Sekarang, perangkat lunak instruksi cara kerja elektronik penting bagi lantai produksi. Dan pemimpin pasar berinvestasi dalam integrasi EWI dengan visualisasi 3D dan perangkat lunak simulasi, sehingga operator tidak hanya mengikuti petunjuk, mereka dapat melihat animasi dari setiap langkah dan bahkan kadang-kadang meningkatkan beberapa hal.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan dari instruksi kerja elektronik di bidang manufaktur manajemen operasi, serta membahas delapan cara mereka mengubah lantai produksi.

Dari kertas ke generasi berikutnya

Penting bagi Anda untuk memiliki instruksi jelas dan berulang dalam setiap proses manufaktur. Biasanya, para pekerja di lantai produksi menggantung kertas yang dilaminasi pada tembok dengan diagram dan penjelasan untuk setiap langkah. Kekurangannya jelas, terutama ketika perintah perubahan mesin (ECO) diperlukan dan perubahan tersebut harus dikirim untuk direkayasa, diubah, dikirim kembali ke manufaktur, dicetak kembali, dilaminasi kembali, dan seterusnya. Jika berbicara tentang operasi global, hal ini bahkan menjadi lebih menantang

Semakin rumit hal yang Anda buat, umumnya semakin rumit pula instruksi pembuatannya, dan pendekatan berbasis kertas bisa jadi terbatas. Namun, dahulu, teknologi komputer pada lantai produksi tidak menyebar luas dan mudah diakses seperti sekarang.

Semenjak perangkat lunak pengendali dokumen telah banyak diadopsi, namun, EWI telah memiliki pintu ke lingkungan manufaktur. EWI telah meningkatkan cara supervisor dan operator membuat produk, dan cara mereka berinteraksi dengan teknisi dan pegawai di bagian pemeliharaan. Teknologi memungkinkan sistem manajemen dokumen terpusat, bertandar, dan otomatis, dan dapat ditemukan pada lantai produksi manufaktur yang paling modern.

Selain meningkatkan komunikasi dan kolaborasi di lantai produksi, perampingan EWI memperkecil banyak risiko yang terkait dengan perubahan perintah kerja. Dahulu, perubahan rekayasa mungkin telah diperintahkan, tapi tidak pernah diselesaikan atau setidaknya dikomunikasikan ke pegawai yang tepat setelah diselesaikan. Dengan alur kerja otomatis, notifikasi dapat dipicu untuk memastikan penyelesaian proses dan pegawai yang terkait akan diberitahu. Alur kerja juga bisa memastikan bahwa instruksi yang tepat sedang diikuti secara tepat waktu dan sesuai dengan konteks proses manufaktur.

Dengan penggunaan perangkat lunak simulasi dan visualisasi 3D yang menjadi lebih umum, EWI menjadi alat yang lebih efektif ketika berpindah dari lantai rekayasa ke lantai produksi. Dengan memadukan EWI dengan teknologi ini, seorang operator bisa memantau setiap langkah proses yang diperlihatkan dengan animasi. Di beberapa kasus, operator dan supervisor dilatih untuk membuat perubahan dan peningkatan untuk proses-proses ini secara real time daripada menunggu untuk ECO.

Dengan kecanggihan teknologi yang terus meningkat, ada harapan untuk melihat perpaduan antara pabrik dan proses desain, visualisasi 3D, perangkat lunak simulasi, perangkat lunak alur kerja, sistem eksekusi manufaktur, dan perangkat lunak instruksi cara keja elektronik.

Peran EWI (indikator peringatan dini)

Semakin meningkat, platform manajemen operasi manufaktur modern menawarkan EWI sebagai sebuah aplikasi di dalam portofolio yang lebih luas yang terpadu melalui platform perangkat lunak yang sama. Standarisasi pada platform MOM memfasilitasi berbagi informasi dan alur kerja, dan sering menjadi pendorong kemampuan kolaborasi yang lebih besar dalam lingkungan manufaktur yang didistribusikan secara global dan bahkan antar unit fungsional.

8 keuntungan dari instruksi cara kerja elektronik

Berpindah dari instruksi cara kerja yang menggunakan kertas ke EWI yang mendatangkan banyak keuntungan. Ketika memperhitungkan kemampuan sentralisasi, standarisasi, dan otomatisasi yang ditawarkan oleh platform perangkat lunak MOM saat ini, keuntungan tersebut meningkat secara drastis.

Di bawah ini adalah 8 cara EWI meningkatkan operasi lantai produksi dan membuat pegawai manufaktur menjadi lebih efektif.

  1. 1 Mengurangi downtime: Karena komunikasi menjadi lebih mudah dengan routing elektronik dan sistem pengiriman, sedikit waktu yang diperlukan untuk mengambil tindakan pemeliharaan atau membuat perintah rekayasa perubahan.
  2. 2 Komunikasi yang Lebih Kuat: Sebuah sistem manajemen dokumen terpusat memungkinkan kemampuan yang lebih besar untuk berbagi dokumen di dalam lingkungan manufaktur, seluruh fasilitas, dan antar unit fungsional. Komunikasi yang lebih kuat menciptakan sedikit kesalahan.
  3. 3 Proses kualitas dan manufaktur lingkaran tertutup Dengan platform terpusat, konten dan data EWI/ECO dapat lebih mudah dibagikan dengan proses manajemen tindakan perbaikan dan pencegahan serta manajemen audit.
  4. 4 Proses rekayasa dan manufaktur lingkaran tertutup. Dengan platform terpusat, konten dan data EWI/ECO dapat lebih mudah dibagikan dengan proses analisa dampak dan kegagalan lebih (FEMA).
  5. 5 Berkurangnya limbah/sisa: Kemampuan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan proses rekayasa yang lebih efektif membantu dalam meningkatkan kualitas perdana dan mengurangi limbang di lingkungan manufaktur.
  6. 6 Komunikasi perubahan peraturan yang lebih mudah: Karena kebanyakan industri menghadapi lingkungan peraturan yang dinamis, EWi membantu untuk mengkomunikasikan perubahan yang dibutuhkan untuk proses lantai produksi dengan lebih cepat dan mengesahkan bahwa pegawai telah diberitahu dan mengikutinya.
  7. 7 Proses introduksi produk baru yang lebih cepat: Memperlancar komunikasi dan kolaborasi antara manufaktur dan rekayasa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan, menguji, dan membangun produk baru.
  8. 8 Mengurangi risikodan meningkatkan efisiensi: Dengan pemicu notifikasi otomatis untuk lantai produksi dan pekerja rekayasa, kemungkinan akan ketidaksesuaian atau masalah kepatuhan menjadi jauh lebih rendah.

PLEx_Logo_Color_TM 

Didukung oleh ContentStream®