• Produsen makanan dan minuman: Tingkatkan ROI untuk program berkelanjutan Anda

Worker inspecting goats milk in dairy, food and beverage, machine control.
Produsen makanan dan minuman: Tingkatkan ROI untuk program berkelanjutan Anda

Kini, produsen makanan dan minuman mempromosikan tanggung jawab perusahaan dan memberikan pengembalian investasi yang jelas lewat program-program berkelanjutannya. Faktanya, dibanding dengan industri lainnya, industri makanan dan minuman memimpin dalam pemenuhan regulasi pemerintah dan pemaparan informasi emisi karbonnya.

Namun, tekanan terus meningkat untuk transparasi operasional, didorong oleh keterbatasan sumber daya, peningkatan biaya energi dan regulasi yang semakin ketat. Pelanggan ingin mengetahui mengenai merk yang mereka beli, dan agen regulasi ingin memastikan produsen makanan dan minuman menjaga tanggung jawab lingkungan dan sosialnya.

Membuat pembelajaran untuk program berkelanjutan yang rumit
Diperkirakan 10% dari emisi dunia berasal dari pabrik, dan industri level enterprise memiliki potensi untuk meningkatkannya menjadi 26%. Survei dari Accenture pada 2010 menunjukkan bahwa 72% dari CEO percaya bahwa memperkuat reputasi merk dan kepercayaan pelanggan dan pemerintah adalah motivasi terbesar mereka dalam melakukan aksi berkelanjutan bagi lingkungan. Selain itu, 49% dari CFO makanan dan minuman melihat hubungan signifikan antara performa program berkelanjutan dengan performa finansial, seperti yang dipaparkan dalam white paper yang dirilis oleh Deloitte pada 2012.

Perbandingan antara perusahaan produsen yang masuk dalam Dow Jones Sustainability Index menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini mendapatkan margin keuntungan yang lebih tinggi dibanding rekanannya. Studi dari UC Davis mendokumentasikan kenaikan harga saham yang signifikan untuk organisasi yang secara sukarela mengumumkan informasi emisi karbonnya lewat rilis siaran pers. Dalam pembelajaran dari Deloitte mengenai perilaku pelanggan, peneliti menyimpulkan bahwa pertimbangan berkelanjutan mempengaruhi keputusan pembelian lebih dari setengah pembeli yang telah diwawancara.

Pendekatan yang terbukti: Melakukan integrasi dari program berkelanjutan dan manajemen energi Program berkelanjutan dan manajemen energi adalah program sinergis. Guna mendapatkan hasil terbaik, keduanya harus diintegrasikan dan berjalan bersamaan. Mengintegrasikan kedua program ini dalam bentuk terstruktur dapat menghasilkan keuntungan seperti pengurangan biaya, peningkatan keuntungan, pengurangan emisi karbon, mitigasi risiko bisnis dan peningkatan citra perusahaan.

Praktik terbaik dalam meningkatkan program berkelanjutan dari produsen dimulai dengan pendekatan yang digunakan secara global: “Plan / Do / Check / Act,” (Rencanakan / Lakukan / Uji / Aksi) atau PDCA. 

Metode ini mendasari struktur dari standar kualitas ISO 50001 (spesifikasi dari sistem manajemen energi) dan terdiri atas langkah berikut:

  • Plan – Mengembangkan pemetaan program berkelanjutan dan manajemen energi untuk mendefinisikan tujuan dan target lalu membuat status formal pada rencana aksi tersebut.
  • Do – Menerapkan praktik kualitas dari ISO 50001; memprioritaskan dan menerapkan inisiatif efisiensi; dan melacak sistem metrik untuk energi, air, limbah dan ketaatan supplier.
  • Check – Memonitor inisiatif efisiensi, melaporkan pengukuran yang sudah dilakukan, dan melakukan Key Performance Indicator (KPI) untuk melacak kemajuan.
  • Act – Melakukan analisa untuk menentukan penyebab dari perbedaan signifikan yang mungkin terjadi antara hasil penghematan energi yang direncanakan dan yang aktual terjadi; mengidentifikasi peluang penghematan yang baru; berbagi praktik yang terbaik ke seluruh organisasi; dan memastikan perbaikan tanpa henti dengan menggabungkan aktivitas berkelanjutan dan energi menjadi operasional bisnis.

Menghapus rintangan yang menghalangi rencana program berkelanjutan
Sejumlah tantangan membuat tugas pemetaan program berkelanjutan dan manajemen energi yang efektif menjadi lebih rumit. Sebagai contoh, performa energi bervariasi tergantung dari proses yang digunakan pada produksi makanan dan minuman, sehingga sulit dijadikan patokan. Proses yang sudah memberikan peningkatan efisiensi harus terus didukung agar efisiensinya dapat terus terjaga. Sebagai tambahan, "buah yang bergantung rendah" atau pencapaian mudah dari peningkatan efisiensi seringkali sudah dipetik. Dengan membesarnya tekanan untuk meningkatkan efisiensi, perbaikan efisiensi baru menjadi lebih sulit untuk ditemukan dan diimplementasikan.

Menerapkan praktik terbaik dari PDCA dapat mengatasi tantangan ini, karena pendekatan ini menekankan ketaatan terhadap ISO 5001 untuk menggabungkan manajemen berkelanjutan dan energi dengan sasaran korporasi serta menyediakan pedoman untuk membangun proses internal dengan perbaikan tanpa henti.

Program manajemen energi dan berkelanjutan memberikan mitigasi risiko dengan meningkatkan harga komoditas dan energi, program yang dilaksanakan dengan baik dapat mengurangi biaya energi mulai 10 hingga 30%. Sukses dari program berkelanjutan membantu organisasi bersaing dengan kompetitor dalam lingkungan yang memiliki kondisi pasar yang sulit. 

Pelajari lebih lanjut mengenai Perencanaan / Pelaksanaan / Pengecekan / Tindakan dengan mengunduh laporan resmi Schneider Electric berikut: “Accelerating the Benefits of Food and Beverage Sustainability Programs: A Best Practices Guide.”
Pelajari lebih lanjut