• Sumber daya untuk simulasi pasar dan optimalisasi untuk Roy Hill Iron Ore

Default Alternative Text
Pemandangan udara Mankarlyirrakura Camp dalam bentuk animasi 3D ruang kontrol dari pusat operasional jarak jauh.

Proyek Roy Hill Iron Ore (RHIO) termasuk di dalamnya tambang bijih besi baru, pabrik produksi pertambangan, sebuah sistem rek kereta api pengangkut dari tambang ke pelabuhan, fasilitas pelabuhan baru, dan pusat operasional jarak jauh )ROC) di Perth.

Berjarak sekitar 150 mil di arah selatan Port Hedland, deposit RHIO telah mencapai lebih dari 2.4 milyar ton sumber bijih besi. Kapasitas penuh, Roy Hill akan menambang dengan total gerakan mencapai 350Mtpa; memerlukan 14 armada tambang. Bijih besi akan disalurkan melalui jalur kereta milik Roy Hill menuju pelabuhan, mereka mampu mengantarkannya dari Port Headland dengan kecepatan 55Mtpa.

Proyeksi tinggi dan rantai permintaan alami (pertambangan tunggal, produksi pabrik, alur rel, pengemudi mobil, dan petugas bongkar muat) membutuhkan RHIO agar dapat memaksimalkan sumber daya ke pasar. Ini dapat dicapai melalui pengembangan operasional terpadu dengan mengoptimalkan teknologi berkelas dunia.

Peraengkat lunak Schneider Electric StruxureWare™ Supply Chain Operation Advanced Planning and Scheduling (APS) — sebelumnya disebut perangkay lunak SolveIT — akan menangani perencanaan permintaan dan penjadwalan yang rumit di RHIO. Saat model rantai dikonfigurasi untuk perencanaan dan penjadwalan produksi yang lebih stabil di masa depan, langkah ini juga termasuk analisis simulasi yang memungkinkan Roy Hill untuk melakukan uji coba tingkat kepekaan pada kinerja rantai permintaan, sebelum investasi modal.

Mike Lomman, general manager, Demand Chain, Roy Hill, berkata: “Kami punya sedikit ruang untuk kesalahan. Tim Rantai Permintaan (Demand Chain) telah dirancang untuk dapat melihat bisnis secara holistik, memitigasi risiko, dan menanggapi peristiwa tak terlihat yang terjadi saat mereka bertugas - semuanya jauh sebelum tambang dibangun. Kami telah menghabiskan waktu lama untuk membuat perencanaan organisasi dengan nilai tambah pengetahuan operasional menyeluruh untuk mendorong inovasi dengan cepat - tidak hanya cara kami menggunakannya tapi juga dari teknologi apa yang kami gunakan.

“Kami menggunakan APS Schneider Electric untuk membantu kami memprediksi bagaimana setiap entitas dalam rantai permintaan akan beroperasi (tambang, pabrik, tel, dan pelabuhan), bukan sebagai komponen yang terpisah tapi sebagai kesatuan sistem yang beroperasi dengan tujuan yang jelas dan KPI tertentu,” tutur Mike. “Cara ini memungkinkan kami untuk mendapatkan gambaran, sebelum CapEx digunakan, di mana kami mengharapkan kendala sistem. Kami dapat melakukan skenario uji coba berkesinambungan dan melihat dampak potensial pada kelas variabilitas di seluruh rantai permintaan."

“Mulai dari startegi operasional, ditentukan melalui simulasi StruxureWare APS, pusat pengendalian jarak jauh (ROC) merupakan fasilitas kolaborasi yang kami rencanakan, jadwalkan, eksekusi, ukur, dan tingkatkan untuk seluruh operasional Roy Hill. Menghubungkan bagian dari nilai rantai yang terhubung dengan operasional pelanggan, bijih besi, dan pemasok kami,” lanjutnya.

James Balzary, director of natural resources Schneider Electric, mengatakan “Ini adalah aplikasi unggulan dunia yang mengintegrasikan operasional filosofi dan menyingkirkan penambangan, pabrik, dan proses logistik tradisional. Tim RHIO Demand Chain dapat menentukan ekstrasi bijih besi optimal untuk memastikan kualitas produk dan target dapat tercapai dengan cara yang efisien. Penggunaan utilitas dari Schneider Electric memfasilitasi pengambilan keputusan jangka pendek, menengah, panjang, dan juga eksekusi dalam satu sistem. Kemitraan ini akan didukung oleh perangkat lunak, konsultasi, dan layanan implementasi.

Sebagai pakar dalam Pertambangan, Mineral, dan Logam, Sch
Pelajari lebih lanjut