• Haruskah keberlanjutan menjadi bagian dari strategi pusat data Anda?

Default Alternative Text
"Pemadaman lebih jarang terjadi berkat layanan TI yang aman dan dapat diandalkan." Jeff Hall, Petugas Operasional Layanan TI di MMU

Universitas Manchester Metropolitan (Manchester Metropolitan University/MMU) adalah institusi berumur 150 tahun yang memegang gelar sebagai universitas paling hijau di Inggris. Dedikasi universitas ini terhadap keberlanjutan ditunjukkan dengan sederet perubahan dramatis yang memungkinkan mereka untuk memangkas jejak karbon mereka hingga 15.600 ton, menghemat US$5,9 juta per tahunnya. Soal pusat data, tujuan mereka pun tak jauh berbeda: keberlanjutan adalah prioritas utama.

Kini, berkat strategi yang komprehensif dan solusi dari Schneider Electric, pusat data utama mereka memiliki dampak signifikan terhadap jejak karbon. "Kami memangkas total emisi kami sebesar 4%, dan mengambil langkah besar ke arah target kami, yaitu 25%," kata James Woodward, Manajer Layanan IT Client MMU. "Kami juga menghemat lebih dari 30% biaya energi, sekaligus mendapatkan kendali yang lebih besar terhadap pemanfaatan kapasitas pusat data kami."

Strategi ganda: kunci sukses
Keberlanjutan penting bagi misi operasional MMU Jadi, untuk pusat data densitas tinggi terbarunya, mereka membuat strategi ganda untuk meningkatkan keandalan layanan TI sekaligus mengurangi dampak lingkungan. "Penting agar semua orang berkontribusi terhadap agenda keberlanjutan MMU, dan pusat data merupakan peluang besar untuk melakukannya," jelas Woodward.

Meskipun sudah mantap dengan strategi gandanya, masih belum jelas bagaimana MMU akan mengatasi tantangan penerapannya. Beberapa departemen dan fakultas, mulai dari SDM, Keuangan, hingga Ilmu Pengetahuan dan Teknik membutuhkan layanan 24 jam. Namun, penerapan layanan TI-nya – melalui ruang-ruang server dan pusat data kecil yang tersebar di sekitar kampus – kurang ideal.

Kegagalan dalam kontinuitas dapat berdampak negatif bagi pengalaman belajar siswa, yang pada akhirnya memengaruhi reputasi MMU. "Semua layanan suara dan data didistribusikan melalui pusat data utama, jadi semuanya bisa hilang jika ada pemadaman listrik," kata Jeff Hall, petugas operasional layanan TI di MMU.

Solusi dari masalah tersebut adalah konsolidasi. "Strategi konsolidasi kami bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan ketersediaan pusat data, sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas fasilitas baru," jelas Woodward.

Pendanaan proyek
Setelah menyusun strategi yang jitu, MMU membutuhkan dana untuk merealisasikannya. Namun, untuk mendapatkan pendanaan, mereka harus membuktikan bahwa strategi mereka ampuh. Mereka pun membuat dan mempresentasikan strategi mereka kepada Salix Finance Ltd., perusahaan nirlaba yang didanai oleh Departemen Energi dan Perubahan Iklim, serta pemerintah Wales dan Skotlandia. Ketiga entitas tersebut memberikan modal tanpa bunga kepada sektor publik untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbonnya.

Woodward dan timnya mengaudit konsumsi energi pada ruang server ad-hoc, termasuk pencahayaan, pendinginan, dan daya yang dibutuhkan untuk menyalakan peralatan. Penggunaan energi tersebut dibandingkan dengan perkiraan mereka pascakonsolidasi, dan menghasilkan ROI dalam lima tahun, sesuai kesepakatan dengan Salix. Setelah mendapatkan pendanaan, MMU harus mengambil langkah penting lainnya: menemukan penyedia layanan yang dapat membantu mereka mencapai target.

Mencari mitra yang ideal
"Kami sudah pernah bekerja sama dengan Schneider Electric dan Elite Partners, APT ketika kami mengganti UPS pada pusat data kami yang lama," kata Woodward. Namun, sebelum mengambil keputusan, MMU melakukan riset proaktif: mengunduh laporan resmi, membaca studi kasus, dan mengunjungi instalasi lainnya. "Kami juga mengundang penyedia layanan yang lain dan membuka tender sebelum akhirnya memilih APC InfraStruxure dengan Hot Aisle Containment System (HACS), serta Perangkat Lunak Pusat Data dari StruxureWare," jelas James Woodward.

Akhirnya, MMU memilih Schneider Electric. MMU melihat keunggulan dalam arsitektur modular Schneider Electric. "Itu berarti kami bisa menjalankan pusat data yang baru dengan pendekatan bertahap: menghemat modal dan memungkinkan kami untuk mempertahankan infrastruktur yang proporsional dengan kebutuhan TI," jelas Hall. Tambah lagi, pendekatan modular memungkinkan MMU untuk memaksimalkan ruang pusat data yang mereka pilih di fasilitas baru.

Untuk MMU, keputusan untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian utama dari strategi pusat datanya telah terbayar dalam bentu layanan TI yang dapat diandalkan, peningkatan ketersediaan pusat data, dan penurunan jejak karbon. Itu semua berkat kemitraannya dengan Schneider Electric.

Pendanaan proyek
Setelah menyusun strategi yang jitu, MMU membutuhkan dana untuk merealisasikannya. Namun, untuk mendapatkan pendanaan mereka harus membuktikan bahwa strategi mereka ampuh. Mereka pun membuat dan mempresentasikan strategi mereka kepada Salix Finance Ltd., perusahaan nirlaba yang didanai oleh Departemen Energi dan Perubahan Iklim serta pemerintah Wales dan Skotlandia. Ketiga entitas tersebut memberikan modal tanpa bunga kepada sektor publik untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbonnya.

Woodward dan timnya mengaudit konsumsi energi pada ruang server ad-hoc, termasuk pencahayaan, pendinginan, dan daya yang dibutuhkan untuk menyalakan peralatan. Penggunaan energi tersebut dibandingkan dengan perkiraan mereka pascakonsolidasi, dan menghasilkan ROI dalam lima tahun, sesuai kesepakatan dengan Salix. Setelah mendapatkan pendanaan, MMU harus mengambil langkah penting lainnya: menemukan penyedia layanan yang dapat membantu mereka mencapai target.

Mencari mitra yang ideal
"Kami sudah pernah bekerja sama dengan Schneider Electric dan Elite Partners, APT ketika kami mengganti UPS pada pusat data kami yang lama," kata Woodward. Namun, sebelum mengambil keputusan, MMU melakukan riset proaktif: mengunduh laporan resmi, membaca studi kasus, dan mengunjungi instalasi lainnya. "Kami juga mengundang penyedia layanan yang lain dan membuka tender sebelum akhirnya memilih APC InfraStruxure dengan Hot Aisle Containment System (HACS), serta Perangkat Lunak Pusat Data dari StruxureWare," jelas James Woodward.

Akhirnya, MMU memilih Schneider Electric. MMU melihat keunggulan dalam arsitektur modular Schneider Electric. "Itu berarti kami bisa menjalankan pusat data yang baru dengan pendekatan bertahap: menghemat modal dan memungkinkan kami untuk mempertahankan infrastruktur yang proporsional dengan kebutuhan TI," jelas Hall. Tambah lagi, pendekatan modular memungkinkan MMU untuk memaksimalkan ruang pusat data yang mereka pilih di fasilitas baru.

Untuk MMU, keputusan untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian utama dari strategi pusat datanya telah terbayar dalam bentu layanan TI yang dapat diandalkan, peningkatan ketersediaan pusat data, dan penurunan jejak karbon. Itu semua berkat kemitraannya dengan Schneider Electric.

Tingkatkan kemampuan layanan TI Anda dan kurangi dampak lingkungan dengan solusi data center Schneider Electric.
Pelajari lebih lanjut