• Apa hubungan Raja Tutankhamun dengan pengelolaan energi? Tanya saja ke Kota Dallas.

Default Alternative Text
Eksterior Pintu Masuk Museum Seni Dallas di Flora Street. Museum Seni Dallas mengurangi penggunaan energi sebanyak 45 persen dalam lima tahun—15 persen lebih banyak dari target yang ditentukan—dan menghemat lebih dari USD 5 juta. Penambahan aksesori sangat mengesankan sehingga berhasil memenangkan penghargaan EBie dalam kategeri “Reformed Gas Guzzler” dari Green Building Council Amerika, yang mencatat akun bangunan untuk satu per tiga gas rumah kaca negara.

Klien pemerintah kota kerap menghubungi Schneider Electric untuk membantu memenuhi peraturan baru seputar efisiensi energi, namun pembicaraan langsung cepat melebar menjadi bagaimana kami dapat membantu mereka mencapai prioritas mereka. Beberapa komunitas membantu melakukan perawatan infrastruktur lama, sementara yang lainnya membantu memutakhirkan teknologi dan sistem keamanan, dan banyak yang ingin memberikan dukungan keuangan pada komunitas. Prioritas mereka tidak sama dengan prioritas mereka sebagai komunitas, karena semuanya terikat pada visi dan misi khusus.

Kota Dallas adalah contoh sempurna dari kasus bagaimana rekanan pengelolaan energi dapat membantu mencapai salah satu tujuan masyarakat. Pada tahun 2007, Negara Bagian Texas mengeluarkan mandate kepada warga kota untuk mengurangi penggunaan energi dalam bangunan publik sebanyak 5 persen setiap tahun dalam jangka waktu enam tahun. Kota Dallas dengan cepat mengidentifikasi museum intensif energi miliki mereka sebagai bangunan pertama yang masuk dalam program konservasi energi dan meletakkannya di jalur cepat untuk mempersiapkan King Tut.

Museum Seni Dallas memiliki kesempatan langka Dunia mengakui Tutankhamun dan Pameran Firaun Golden Age telah membawa pulang aksi tambahan ke Amerika. Museum sejalan dan pas untuk dijadikan pemberhentian pertama saat tur—yang juga akan menandai pertunjukkan pertama pameran di Southwest. Namun, sebelum kontrak ditandatangani, penyelenggara tur King Tut memerlukan jaminan. Khususnya, museum harus bisa menjamin dapat menjaga kelembapan dan suhu secara konstan, tiga persen daari barang yang dipamerkan di galeri merupakan barang antik Mesir. Untungnya, rekanan pengelolaan energi kami memungkinkan kota untuk memberikan King Tut pelayanan khusus yang dibutuhkan, lengkap dengan data dan sejarah kelembapan dan suhu untuk menunjukkan bahwa bangunan tersebut mampu memenuhi standar yang diajukan.

Rekanan energi baru tidak hanya membantu Museum memenangkan pameran King Tut, tapi juga dapat mengurangi penggunaan energi hingga 45 persen selama lima tahun—lebih besar 15 persen dari target yang ditentukan—dengan penghematan lebih daari USD 5 juta. Penambahan aksesori sangat mengesankan sehingga berhasil memenangkan penghargaan EBie dalam kategeri “Reformed Gas Guzzler” dari Green Building Council Amerika, yang mencatat akun bangunan untuk satu per tiga gas rumah kaca negara.

Namun, semua penghematan tersebut tidak akan ada artinya jika sistem pengelolaan energi tidak dapat melaksanakan tugas utamanya: melindungi barang seni museum yang ringkih dan berharga. Mereka menuntut standar tersebut diuji coba ketika pameran King Tut dapat menarik perhatian lebih dari 650,000 orang selama enam bulan untuk mengunjungi museum. Ini merupakan jenis kunjungan sepanjang tahun.

Museum Seni Dallas bukan hanya satu-satunya keberhasilan City of Dallas’ Energy Savings Performance Contracts (ESPCs). Hingga saat ini, kota telah menggunakan ESPC untuk penambahan komponen pada lebih dari 20 bangunan dan telah menghemat lebih dari USD 23 juta dalam biaya utilitas dan operasional selama kontrak. Apalagi? Dampak ekonomi keseluruhan dari langkah rekanan energi selama lebih dari 10 tahun hingga USD 54 juta, termasuk 200 pekerjaan baru, penjualan bisnis lokal USD 27 juta, dan USD 3 juta tambahan dari pajak lokal, negara bagian, dan federal.

Pelajari bagaimana Kota Dallas menggunakan energi mereka untuk membantu menciptakan museum kelas dunia. Unduh buku digital kami dalam tren pengelolaan energi.
Pelajari lebih lanjut