• Apa strategi terbaik untuk perencanaan Smart Grid

Default Alternative Text
Pendekatan strategis memungkinkan utilitas untuk menegosiasikan kompleksitas transformasi Smart Grid.

Utilitas yang berencana untuk bertransformasi ke Smart Grid berhadapan dengan proses yang rumit. Beberapa baru memulai perjalanannya sementara yang lainnya sudah menginvestasikan banyak waktu dan uang untuk mengembangkan strategi yang tepat. Perubahan ini menakutkan, tetapi peta jalan yang strategis memungkinkan migrasi yang lebih mulus. 

Nilai penggerak bisnis
Di mana pun posisi Anda dalam proses perencanaan Smart Grid, menyelaraskan investasi dengan penggerak bisnis merupakan langkah awalnya. Pendekatan ini terbukti paling efektif dalam mendapatkan dukungan dari pemangku kepentingan internal dan eksternal. Penggerak bisnis utama antara lain:
• Lingkungan regulasi
• Kapasitas sistem, pengeluaran, dan keandalan
• Sumber pembangkit
• Keterlibatan media dan pelanggan

Menaksir kebutuhan teknologi
Peta jalan Smart Grid harus mempertimbangkan faktor teknologi baru yang memengaruhi lingkungan operasional utilitas dan, dalam beberapa kasus, memungkinkan interaksi antara utilitas dan pelanggannya. Operator utilitas harus menaksir teknologi yang ada dan menentukan apakah yang harus harus mereka bangun atau upgrade.

Buat peta jalan Smart Grid: Pendekatan lima langkah
Setelah mendapatkan sudut pandang yang lebih tinggi dalam hal kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur, dan kapasitas integrasi, barulah utilitas memiliki titik awal dari perjalanannya. Pendekatan lima langkah berikut ini memberikan panduan yang hemat biaya dan fleksibel untuk membangun Smart Grid.

Gambar 1: Pendekatan lima langkah yang memberikan panduan hemat biaya dan fleksibel untuk membangun Smart Grid.

40-3

New_Picture

Langkah 1: Perjelas peran dan tanggung jawab internal dari staf dan pengelola utilitas di peta jalan. Peran utamanya antara lain sponsor eksekutif, pimpinan bisnis, pakar hal tertentu, manajer proyek, humas regulasi, humas pelanggan, dan advokat/komunikator internal. Tim ini akan mengumpulkan informasi, menentukan penggerak dan prioritas bisnis, mengarsipkan peta jalan, dan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan.

Langkah 2: Mengadakan lokakarya untuk mendiskusikan penggerak dan kebutuhan bisnis. Lokakarya memungkinkan tim untuk menentukan status utilitas terkini, menentukan kebutuhan, dan menyimpulkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyusun dokumen peta jalan. Hal-hal yang perlu dibahas adalah smart metering, smart network, smart operation, integrasi sentral, komunikasi, keamanan, dan proses bisnis.

Langkah 3: Mempertegas prioritas melalui kasus bisnis untuk mengimplementasikan teknologi Smart Grid. Pendekatan terbaik adalah menemukan keseimbangan antara komponen yang penting bagi utilitas dan yang dapat menghasilkan laba dengan cepat. Berdasarkan penggerak bisnis (business driver) tertentu, untuk membuat analisis keuangan, utilitas harus memperkirakan biaya dan mengevaluasi keuntungan.

Langkah 4: Dokumentasikan rencana. Untuk mengembangkan dokumen peta jalan Smart Grid, tentukan partisipan dan pemangku kepentingan utama, serta rangkum temuan dari lokakarya dan kasus bisnis. Dokumen harus menjelaskan penggerak bisnis setiap proyek atau tahap implementasi, termasuk rencana pelaksanaan yang terperinci, dan penjelasan bagaimana langkah-langkah tersebut akan memengaruhi pemangku kepentingan.

Langkah 5: Komunikasi. Tim yang menyusun peta jalan Smart Grid harus menyadari pentingnya komunikasi dalam setiap proses ini untuk mengatasi struktur "silo" yang sering memisahkan kelompok-kelompok generasi, transmisi, distribusi, dan operasional. Ini mungkin membutuhkan perbaikan metodologi komunikasi. 

Rencanakan peningkatan kebutuhan
Setiap utilitas menghadapi tantangan yang unik – jadi tidak ada solusi "satu untuk semua". Tetapi mengikuti pendekatan lima langkah ini akan menghasilkan peta jalan yang membantu pemangku kepentingan untuk memahami alasan dan keuntungan dari perpindahan ke Smart Grid.

Selain itu, seiring dengan perkembangan dan perubahan teknologi Smart Grid yang tak kenal henti, utilitas perlu menilai penggerak bisnis dan perkembangan teknologi, mengukur kemajuannya dengan kasus bisnis dan peta jalan, mengevaluasi efektivitas komunikasi teknologi Smart Grid yang digunakan.

Navigasi kompleksitas dari pembuatan peta jalan Smart Grid dengan petunjuk dari Schneider Electric.
Pelajari lebih lanjut